Pengaruh Kemampuan Manajerial Organisasi Koperasi Terhadap Efektifitas Laporan Koperasi dan Efektifitas Kinerja Koperasi
Laurensius Haryo Yudiantoro
23217286
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ilmu Ekonomi
Universitas Gunadarma
Jl. Pratama X Blok O No.12, Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria,Bekasi 17181
Email : laurensius_yudi@yahoo.com
PENDAHULUAN
Tujuan utama di dirikannya koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial para anggotanya. Meningkatkan dapat diartikan mengubah keadaan ekonomi anggota menjadi lebih baik dan ini di anggap sebagai manfaat atau keuntungan yang diperoleh anggota di koperasi. Memberikan pelayanan yang baik menjadi tujuan utama koperasi yang memiliki anggota, meskipun dalam pelaksanaannya sering dijumpai berbagai kendala yang dihadapi termasuk profesionalisme pengurus dan karyawan yang melaksanakannya. Kualitas pelayanan yang baik sering dikatakan sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan suatu bisnis. Kualitas pelayanan hendaknya dilihat dari sudut pandang anggota, anggotalah yang menentukan nilai kualitas pelayanan koperasi. Apabila kebijakan pelayanan yang dilaksanakan hasilnya sesuai dengan harapan anggota, maka anggota akan merasa puas, kemudian akan timbul keaktifan anggota untuk berpartisipasi dalam koperasi.
Menurut Subandi (2015:19) koperasi merupakan suatu perkumpulan yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas, yang bertujuan untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Berkembang atau tidaknya sebuah koperasi dipengaruhi oleh partisipasi anggota dan manajemennya. Semakin banyak dan aktif anggota sebuah koperasi maka semakin besar peluang koperasi tersebut berkembang dan maju sehingga dapat bersaing dengan badan usaha lain. Pengurus dan karyawan sebagai pengelola koperasi harus mampu memberikan dorongan agar dapat menarik anggota untuk ikut serta dalam pengembangan koperasi. Untuk menarik minat seseorang agar menjadi anggota koperasi upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan yang baik bagi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam segala bidang. Semua hal tersebut akan dapat baik dengan adanya prestasi dan hasil kerja yang baik dari pengurus dan partisipasi anggota. Pengurus adalah anggota dari koperasi yang memperoleh kepercayaan dari Rapat Anggota untuk memimpin organisasi koperasi pada suatu periode tertentu. Dalam organisasi koperasi kemampuan manajerial merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh pengurus koperasi karena pengurus koperasi merupakan mendataris rapat anggota tahunan yang akan berperan sebagai bahan eksekutif dalam mengelola koperasi. Yahya (2006:1) menyatakan bahwa kemampuan manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organsiasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peran pengurus untuk memimpin jalannya organisasi koperasi mutlak diperlukan, peran kemampuan pengurus dalam memimpin, mempengaruhi memberikan teladan, peran pengurus dalam melaksanakan program kerja yang telah direncanakan dalam rapat anggota dan menjaga hubungan yang baik dengan anggota maka akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan anggota.
Selain kemampuan manajerial pengurus faktor kualitas pelayanan yang baik dapat terjadi karena kinerja karyawan yang baik pula. Menyadari bahwa kinerja merupakan kegiatan utama dari koperasi maka pengurus harus juga meningkatkan kinerja karyawan koperasi. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi (Amstrong dan Baron dalam Wibowo, 2016:7). Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Pada dasarnya kinerja merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya. Kinerja merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sehingga kinerja merupakan hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Kinerja karyawan harus di tingkatkan demi keberlangsungan organisasi. Di samping itu juga, kinerja karyawan sangatlah berpengaruh dalam memberikan kualitas pelayanan untuk anggotanya.
Pelayanan adalah suatu sikap atau cara dalam melayani pelanggan supaya pelanggan mendapat kepuasan diantaranya kecepatan, keramahan, dan kenyamanan (Tjiptono dalam Fitriyana, 2015:33). Ada dua faktor yang dijadikan pedoman anggota yaitu layanan yang diterima dan harapannya tentang layanan yang akan diberikan. Ketika anggota memutuskan untuk bertransaksi dalam bentuk apapun pada koperasi sebenarnya mereka sudah mempunyai harapan tentang layanan seperti apa yang akan diperoleh berdasarkan pengalamannya, komunikasi dari mulut kemulut yang pernah didengarnya, informasi lain yang pernah diterima serta dipengaruhi oleh kebutuhannya. Selain dipengaruhi oleh pengalaman, harapan yang ada pada pelanggan koperasi atau anggota koperasi juga dipengaruhi oleh komunikasi eksternal yang dilakukan oleh pengurus atau pengelola mengenai koperasi kepada anggota atau masyarakat. Dalam hal ini diperlukan pentingnya promosi yang sesuai dengan kenyataan karena jika tidak memuaskan layanan akan mengecewakan, oleh karena itu diperlukan komunikasi pemasaran yang dilakukan secara tepat agar dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan dari aparat anggota. Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen pelanggan, sehingga berakibat dengan di hasilnya nilai tambah bagi koperasi.
IDENTIFIKASI MASALAH
Dari Pendahuluan yang telah saya tulis , saya memberi identifikasi masalah yang akan dijadikan bahan penulisan saya sebagai berikut :
1. Mengetahui pengaruh kemampuan manajerial organisasi koperasi terhadap efektifitas laporan koperasi di Indonesia
2. Memperoleh pandangan bahwa pengaruh kemampuan manajerial organisasi koperasi terhadap efektifitas kinerja koperasi yang telah dilakukan oleh kepengurusan koperasi
PEMBAHASAN
Pengertian Koperasi bagi masyarakat Indonesia, Koperasi sudah tidak asing lagi, karena kita sudah merasakan jasa Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang. Secara harafiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri dari dua suku kata Co yang berarti bersama, Operation = bekerja. Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat disebut koperasi.
Koperasi adalah Asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Asosiasi berbeda dengan kelompok, asosiasi terdiri dari orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama yaitu kepentingan ekonomi. Tujuan koperasi yaitu menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibanding sebelum bergabung dengan koperasi.
Untuk menjawab identifikasi masalah yang pertama , yaitu Mengetahui pengaruh kemampuan manajerial organisasi koperasi di Indonesia terhadap efektifitas laporan koperasi yaitu Pengurus koperasi adalah orang-orang yang bekerja di garis depan,mereka adalah otak dari gerakan koperasi dan merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu koperasi. Pengurus koperasi adalah pemegang kuasa rapat anggota untuk mengelola koperasi, artinya pengurus hanya boleh melakukan segala macam kresi manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan rapat anggota.
Ketrampilan manajerial adalah dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi antara lain :
a. Perencanaan (planning)
b. Kepemimpinan (leadership)
c. Pengorganisasian (Organizing)
d. Pengendalian (Controling)
Sedangkan kemampuan manajerial meliputi kemampuan teknis, kemampuan personal, dan kemampuan emosional. Mengingat peran dan fungsi seorang manajer dalam aspek memproduksi, menerapkan, memperbaharui, dan sistem mengintegrasi maka harus di tuntut memiliki ketrampilan manajerial.
Paling tidak seorang manajer harus menguasai ketrampilan yang bersifat :
a. Ketrampilan Konseptual
b. Ketrampilan hubungan antar manusia
c. Ketrampilan teknis
Besarnya komposisi dari ketiganya yang harus dimiliki, sangat tergantung pada tingkatan manajerial. Semakin tinggi level manajerialnya, maka semakin besar dibutuhkan ketrampilan konseptualnya dan semakin kecil dibutuhkan ketrampilan tejnisnya. Menurut L. Richard ada tingkatan manajemen, yaitu seperti yang digambarkan di bawah ini :
Maka kemampuan manajerial itu sendiri dalam organisasi koperasi terhadap efektifitas laporan koperasi merupakan hasil mutlak sangat mempengaruhi dari laporan koperasi tiap bulannya. Sehingga mampu untuk di evaluasi kembali untuk musyawarah jika terjadi kendala atau hambatan yang terjadi selama organisasi koperasi berlangsung. Dari situ mampu untuk meningkatkan kinerja dari kepengurusan koperasi dalam menjalankan organisasi koperasi.
Untuk menjawab identifikasi masalah yang kedua, yaitu Memperoleh pandangan bahwa pengaruh kemampuan manajerial organisasi koperasi terhadap efektifitas kinerja koperasi yang telah dilakukan oleh kepengurusan koperasi yaitu Penilaian kinerja adalah salah satu tugas penting untuk dilakukan oleh seseorang manajer atau pimpinan. Kegiatan penilaian ini penting, karena dapat digunakan untuk memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang kinerja mereka. Penilaian prestasi kerja (performance appraisal) adalah proses oleh organisasi untuk mengevaluasi atau menilai presstasi kerja karyawan.
Penilaian prestasi kerja yang dilaksanakan dengan baik dan tertib maka akan dapat membantu meningkatkan motivasi kerja dan loyalitas organisasional dari karyawan (Samsudin, 2006: 159). Hal ini tentu saja akan menguntungkan organisasi yang bersangkutan. Paling tidak para karyawan akan mengetahui sampai dimana dan bagaimana prestasi kerjanya dinilai oleh atasan atau tim penilai. Kelebihan dan kekurangan yang ada dapat menjadi motivasi bagi kemajuan-kemajuan mereka pada masa yang akan datang.Penilaian kinerja diperlukan untuk menentukan tingkat kontribusi individu atau tingkat kinerja individu.
Tiga perangkat kinerja yang paling popular untuk menilai kinerja, yaitu (Robbins, 1996: 259):
a. Hasil tugas individu, dengan menggunakan hasil tugas, maka seseorang pimpinan dapat menilai tinggi rendah kinerja pegawainya.
b. Perilaku, dalam hal ini perilaku adalah kesegaran seseorang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya.
c. Ciri, dalam hal ini ciri adalah sikap baik, percaya diri, kooperatif, dapat diandalkan dalam melaksanakan pekerjaannya.
Bernardin (dalam Robbins, 1996: 260), mengemukakan bahwa kinerja dapat dikatakan baik bila karyawan memenuhi hal-hal sebagai berikut :
a. Kualitas kerja, diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap ketrampilan dan kemampuan karyawan.
b. Kuantitas, diukur dari persepsi karyawan terhadap jumlah aktivitas yang ditugaskan beserta hasilnya.
c. Ketepatan waktu, diukur dari persepsi pegawai terhadap suatu aktivitas yang diselesaikan dari awal waktu sampai menjadi output.
d. Efektivitas, persepsi karyawan dalam menilai pemanfaatan waktu dalam menjalankan tugas, efektivitas penyelesaian tugas yang dibebankan organisasi.
e. Kemandirian, tingkat dimana karyawan dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan atau bimbingan dari orang lain, diukur dari persepsi karyawan dalam melakukan fungsi kerjanya masing-masing, sesuai dengan tanggung jawabnya.
f. Komitmen kerja, tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor.
Maka hasil yang dicapai oleh seseorang berdasarkan standard dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, karena organisasi koperasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia maka kinerja koperasi sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam memainkan peran yang mereka lakukan di dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Sehingga indikator yang digunakan pada variabel kinerja adalah menggunakan teori dari Bernardin, yaitu kualitas kerja, ketepatan waktu, komitmen kerja.
KESIMPULAN
Koperasi sendiri memiliki pandangan bahwa organisasi yang membantu masyarakat dalam melakukan usaha baik simpan pinjam untuk modal usaha, produksi bahan baku maupun mentah , dan lain-lain. Organisasi ini tidak memikirkan untuk memperoleh keuntungan dari para anggotanya , akan tetapi disini koperasi membutuhkan kinerjanya secara bersama-sama untuk membangun organisasi melibatkan anggotanya itu sendiri. Untuk ikut partisipasi dalam jalannya kepengurusan organisasi tersebut. Maka dari itu adanya pengaruh manajerial dalam organisasi koperasi. Pengaruh tersebut adalah Kemampuan Manajerial Organisasi Koperasi Terhadap Efektifitas Laporan Koperasi dan Efektifitas Kinerja Koperasi merupakan
Dengan adanya pengaruh kemampuan manajerial dapat menentukan terhadap kinerja organisasi koperasi baik efektifitas laporan koperasi maupun efektifitas kinerja koperasi. Kemampuan manajerial bagi organisasi koperasi terhadap efektifitas laporan dinyatakan bahwa hasil laporan yang dilakukan dapat di evaluasi kembali untuk memajukan organisasi koperasi, banyak faktor juga didalamnya yang terlibat sehingga organisasi dapat menuju kearah lebih baik kedepannya. Sedangkan kemampuan manajerial bagi organisasi koperasi terhadap efektifitas kinerja adalah mampu membangun kinerja para pengurus koperasi dalam melakukan organisasi koperasi. Sehingga organisasi disini bisa membantu masyarakat dengan adanya kinerja yang baik di dalam organisasi koperasi.

